DIMENSI DIRI KOMUNIKATOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIVITAS KOMUNIKASI

 

Kehidupan ini tanpa adanya komunikasi seperti sayur tanpa garam, kehidupan yang hambar. Agar tidak ada kehambaran dalam kehidupan ini maka kita memerlukan komunikasi. Ketika komunikator berkomunikasi pengaruhnya tidak hanya dari perkataan saja tetapi keadaaan perkataannya. Pengaruh komuniaktor pada komunikan ada tiga, yaitu internalisasi, identifikasi, dan ketundukan. Internalisasi pada komunikator bisa terjadi dengan baik jika komunikator bisa membujuk komunikan secara rasional. Missal seorang komunikator sedang berkomunikasi dengan seorang pecandu narkoba, komnikator menasehati pecandu agar berhenti walaupun tahap demi tahap kemudian si pecandu mau untuk berubah maka komunikasi tersebut efektif.

Pengaruh kedua adalah identifikasi dimana perilaku komunikator mencoba seperti benar-benar orang lain secara memuaskan dan dengan kebiasaan tersebut orang lain akan meniru. Misal seorang anak yang meniru perilaku ayahnya. Pengaruh ketiga ialah ketundukan, individu menerima pengaruh dari orang lain atau kelompok berharap memperoleh reaksi yang menyenangkan. Misal bawahan yang menerima perintah dari atasan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi : kredibilitas, atraksi, kekuasaan. Kredibilitas itu adalah masalah persepsi bergantung pada persepsi pelaku, topik yang dibahas, dan pada situasi. Kredibiltas ini hanya anggapan komunikan. Atraksi memepegaruhi daya tari fisik, ganjaran, kesamaan, dan kemampuan. Atraksi fisik menyebabkan daya tarik komunikator dan karena menarik ia memiliki daya persuasive.

Terakhir adanya kekuasaan adalah kemampuan yang menimbulkan ketundukan, timbul antara komunikator dan komunikan. Kekuasaan itu sendiri ada kekuasaan kooersif, kemampuan komunikator mendatangkan hukuman atau ganjaran pada komunikan. Kekuasaan keahlian, komunikator memiliki pengetahuan, pengalaman, keahlian. Kekuasaan informasional, pengetahuan baru dimiliki komunikator. Kekuasaan rujukan, disini komunikan menjadikan komuniaktor sebagai rujukan untuk menilai dirinya. Kekuasaan legal dimana komunikator memiliki wewenag untuk melakukan suatu tindakan.

Dengan demikian seorang komunikator apabila ingin berkomunikasi dengan komunikan secara efektif penyampaian pesan bisa langsung diterima oleh komunikan tetapi bisa juga membutuhkan proses yang lama. Komunikasi yang efektif tidak hanya si komunikan mendengarkan saja tetapi bisa membawa pengaruh yang lebih baik pada si komunikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s